TEORI EVOLUSI MENURUT HARUN YAHYA



Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar (juga ditulis Adnan Hoca) dilahirkan di Ankara pada tahun 1956, menetap disana sampai pindah ke Istanbul pada tahun 1979. Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" dan "Yahya" . Ia adalah seorang penulis dan kreasionis Islam asal Turki. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme Pada tahun 2007, ia mengirim ribuan kopi Atlas Penciptaan untuk menyebarkan kreasionisme Islam di kalangan museum ilmiah, anggota Kongres, dan Ilmuwan Amerika. Berbeda dengan kebanyakan penganjur kreasionisme Kristen, Oktar menganut kreasionisme Bumi Lama. Ia adalah seorang anti-zionis dan anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti-Semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme, Ia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini.
Adnan Oktar menjalankan dua organisasi yang di dalamnya dia juga merupakan Presiden Kehormatan, yaitu Bilim Araştırma Vakfı ("Yayasan Penelitian Sains", BAV, didirikan pada tahun 1990), yang bertujuan mempromosikan kreasionisme, serta Milli Değerleri Koruma Vakfı ("Yayasan Perlindungan Nilai Nasional", didirikan pada tahun 1995) yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki. Dalam dua dekade terakhir, Adnan Oktar banyak terlibat dalam sejumlah kasus hukum, baik sebagai terdakwa maupun penggugat.

Biografi

Adnan Oktar dilahirkan di Ankara, Turki pada 2 Fdanebruari 1956. Dia tumbuh besar di Ankara, dan tinggal di sana hinggal lulus SMA. Di sana pula dia mempelajari karya-karya Sid Nursi, seorang cendekiawan Muslim Kurdi yang menulis Risale-i Nur, sebuah ulasan Qur'ani yang meliputi ideologi keagamaan dan politik yang komprehensif.
Pada tahun 1979, Adnan Oktar pergi ke Istanbul dan memasuki Universitas Mimar Sinan. Masa tersebut ditandai dengan kekejaman dan represi di Turki berujung pada pendirian junta militer menyusul kudeta September 1980. Lingkungan di Turki menjadi salah satu tempat yang tidak stabil dalam hal politik dan kultural, terancam oleh politik Perang Dingin, dan benturan antara kaum modernis sekuler Kemal dan kebangkitan militansi Islam. alam lingkungan semacam itu ia secara rutin pergi ke Masjid Molla di lokalitas Fındıklı, dekat dengan akademi seni tempat ia belajar arsitektur interior, untuk berdoa tidak peduli ancaman apapun. Edip Yukesl, yang mengenalnya pada masa itu, menggambarkannya sebagai "Sunni fanatik"
Pada awal tahun 1980-an, dia mengumpulkan beberapa mahasiswa untuk berbagi pemikiran mengenai Islam. Para mahasiswa itu berasal dari keluarga di Istanbul yang kaya dan aktif secara sosial. Dari tahun 1982 sampai 1984, dia membentuk bentuk kelompok yang terdiri dari 20 sampai 30 orang. Kelompok itu juga diikuti oleh para pelajar sekolah menengah swasta yang berasal dari keluarga yang terkemuka dan aktif secara sosial dengan status ekonomi yang tinggi yang baru saja menjadi relijius. Edip Yüksel menyebut bahwa Adnan Oktar mengajar "dengan lembut dan dalam cara yang modern kepada anak-anak dari kelas sosial atas itu, tanpa mengintimidasi mereka...versi halus dan urban dar Said Nursi."
Dalam pengajaran keagamaannya, dia menentang Marxisme, komunisme dan filsafat materialistis. Dia menekankan pentingnya menyanggah teori evolusi dan Darwinisme karena dia merasa bahwa hal itu telah menjadi ideologi yang digunakan untuk menyeabrkan materialisme dan ateisme, serta berbagai ideologi terkait lainnya. Dia secara pribadi mendanai pamflet yang berjudul Teori Evolusiyang menggabungkan "mistisisme dengan retorika ilmiah."
Pada tahun 1986 dia masuk ke Jurusan Filsafat di Universitas Istanbul. Berita mengenai Adnan muncul di majalah Nokta (Titik). Diberitakan bahwa dia mengumpulkan kawan-kawannya dan menggelar pengejarannya di sebuah masjid. Banyak mahasiswa, kebanyakan dari Universitas Bosforus, salah satu uinversitas paling bergengsi di Turki, ikut berpartisipasi. Nama Adnan Oktar mulai muncul secara rutin di media massa, kadang-kadang sebagai kepala berita. Pada tahun itu juga dia menerbitkan sebuah buka berjudul Yudaisme dan Freemansory, berdasarkan teori konspirasi bahwa media, kelompok politik, universitas, dan lembaga negara dipengaruhi oleh suatu "kelompok tersembunyi".Di kemudian hari, topik-topik semacam itu banyak ditulis olehnya.
Adnan Oktar ditangkap, dan dituntut atas tuduhan menyebarkan revolusi teokratis. Dia ditahan selama 19 bulan, meskipun dia tidak pernah secara resmi didakwa. Dia ditahan di klinik penjara, dan kemudian di Rumah Sakit Jiwa Bakirkoy, tempat dia didiagnosa menderita kelainan kejiwaan obsesif kompulsif dan skizofrenia. Meskipun keakuratan diagnosanya diragukan, dan apakah itu memiliki motif pribadi dan politik. Adnan Oktar kemudian mengatakan bahwa dia dinyatakan sehat oleh dokter militer, tapi dia juga mengeluh bahwa media-media di Turki menyebarkan berita bahwa dia gila. Adnan Oktar juga mengklaim bahwa dia dimasukkan ke institusi kejiwaan sebagai hukuman karena menerbitkan bukunya.
Sepanjang tahun 1980-an dan awal 1990-an, Adnan Oktar membangun komunitasnya. Para pengikutnya terutama aktif merekrut di sanggraloka musim panas di sepanjang pesisir Laut Marmara. Organisasi sosial dalam kelompok tersebut menjadi lebih hirarkis dan lebih bersifat Mesias. Adnan Oktar mengatakan bahwa karena anarki dan teror pada masa itu, dia tidak dapat meneruskan studinya. Dia telah mulai menulis buku, jadi setelah meninggalkan studinya, dia mencurahkan energinya untuk buku-bukunya. Pada tahun 1990, dia mendirikan Yayasan Penelitian Sains (YPS, atau, dalam bahasa Turki, Bilim Araştırma Vakfı atau BAV, dan dalam bahasa Inggris, Science Research Foundation atau SRF). Adnan Oktar mendirikan Yayasan Penelitian Sains untuk menggelar konferensi dan seminar untuk kegiatan ilmiah "yang sasarannya adalah kesadaran masyarakat mengenai apa yang sebenarnya menjadi penyebab konflik sosial dan politik, yang dia sebut sebagai materialisme dan Darwinisme. Beberapa media menggambarkan BAV sebagai "sekte Islam rahasia dan "organisasi mirip kultus, yang secara waspada menjaga rahasia kekayaannya yang besar. Anggota-anggota BAV kadang disebut sebagai Adnan Hocacılar ("Pengikut Adnan Sang Hodja") oleh masyarakat luas.
Pada tahun 1994 Partai Kesejahteraan (Partai Refah) yang merupakan partai islam, pendahulu Partai Keadilan dan Perkembangan (AKP), meraih kemenangan di munisipalitas Istanbul dan Ankara. Walikota yang baru (di Istanbul adalah Recep Tayyip Erdoğan, kini perdana menteri Turki) berusaha mencari dukungan yang lebih luas. Jurnalis dan editor Fatih Altayli mengklaim bahwa Adnan Oktar membuat perjanjian bisnis dengan munisipalitas yang dikuasai Partai Kesejahteraan. Tuduhan tersebut dibantah oleh Adnan Oktar, yang berujung pada tuduhan terhadap Fatih Altayli dengan beragam hasil. Pada tahun 1995, Adnan Oktar mendirikan Yayasan Perlindungan Nilai Nasional (YPNN atau dalam bahasa Turki Millî Değerleri Koruma Vakfı, dan dalam bahsa Inggris Foundation for Protection of National Values atau FPNV). Melalui lembaga tersebut, dia menjalin jaringan dengan orang-orang dan organisasi-organisasi nasionalis Turki kosnervatif lainnya berdasarkan ideologi Mustafa Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki.
Pada tahun 1997, setelah intervensi militer lainnya, yakni "kudeta tak bedarah" 1997, pemerintahan Erbakan diturunkan dan Partai Kesejahteraan dibubarkan. Menurut majalah New Humanist, pemerintahan AKP yang sekarang, menghindari hubungan politik dengan Adnan Oktar dan organisasinya.
 Mengapa Evolusi Masih Saja Dipertahankan?
     Sejak  pertama kali dirumuskan, teori evolusi telah menjadi alat utamabagi indoktrinasi filsafat materialis. Saat ini, mereka yang berusaha keras untuk  mempertahankan  teori evolusi agar tetap hidup adalah para pendukung filsafat ini.M
     Mengapa  teori evolusi masih saja dipertahankan kendatipun bukti-bukti nyata  yang ada malah menolaknya? Ahli biologi evolusionis Amerika, Michael Walker, membuat pengakuan berikut sebagai jawaban atas pertanyaan ini: Seseorang  akan  terpaksa  menyimpulkan  bahwa banyak ilmuwan dan ahli teknologi  menjadi  penganut  teori  Darwin  hanya  karena  teori  tersebut dianggap meniadakan Sang Pencipta.65
     Satu-satunya  tujuan  para  pendukung teori ini adalah untuk menyokong filsafat materialis  yang mengingkari Allah. Materialisme adalah keyakinan buta  yang hanya mengakui keberadaan materi saja dan mengingkari hal-hal diluar  materi.  Karena  para  materialis   mendapatkan pembenaran ilmiah dari teori evolusi, mereka mempertahankan Darwinisme sejak awal kemunculannya.
     Pendiri materialisme dialektik (komunisme), Karl Marx, menulis tentang buku  Darwin,  The  Origin  of Species, yang meletakkan landasan bagi teori evolusi,  sebagai  “buku  yang berisi dasar berpijak pada sejarah alam bagi pandangan kami.”66
     Sejak  saat  itu,  semua  materialis,  dengan  kaum  Marxis di barisan terdepan, secara buta mempertahankan Darwinisme.  Kendatipun  demikian,  kebohongan evolusi yang telah mengelabuhi dunia selama  140  tahun  terakhir  tidak  akan  berumur  panjang. Seorang filsuf
Inggris,  Malcolm  Muggeridge,  menyatakan keruntuhan tak terhindarkan dari
teori ini: Saya  sendiri  yakin  bahwa  teori  evolusi,  khususnya  hingga  batas penerapannya,  akan  menjadi  salah  satu  lelucon terbesar dalam buku-buku sejarah  di  masa mendatang. Anak cucu kita akan merasa keheranan bagaimana sebuah  hipotesis yang sedemikian sangat rapuh dan meragukan dapat diterima dan begitu sangat mudah dipercaya. Evolusionisme : Darwin vs Harun Yahya (I)

Netsains.Com -Seperti yang sudah pernah kita pelajari di sekolah, dari masa SD sampai dengan SMA, evolusi merupakan proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama dalam suatu makhluk hidup. Lebih lanjut dari teori evolusi adalah makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori evolusi yang dicetuskan oleh Charles Robert Darwin (1809-1892) merupakan perpaduan antara ide (gagasan) den fakta (kenyataan) setelah bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran  H.M.S. Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Meski sebenarnya Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal dalam bidang Biologi. Setelah masa berlayar itu, Darwin kemudian menerbitkan buku mengenai asal muasal spesies, pada tahun 1859, dengan judul “On the origin of species by means of natural selection”. Buku ini sudah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk versi bahasa Indonesia. Malah seorang Karl Marx menyatakan bahwa teori evolusi Darwin memberi dasar yang kokoh bagi ‘materialisme’ dan komunisme, dan beliau menerbitkan bukunya Das Kapital sebagai bentuk kekagumannya pada seorang Darwin. Nah, bagaimana sih sebenarnya evolusi ‘materialisme’ itu? Dan apa hubungannya dengan Harun Yahya? Tulisan ini akan saya bagi menjadi dua bagian. Pertama membahas mengenai evolusi Darwinisme dan kedua bantahan dari seorang Harun Yahya tentang teori evolusi. Mari kita kaji bersama.
Evolusi Darwinisme
Dalam evolusi dikenal dua tipe yaitu evolusi progresif (evolusi menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup atau survive) dan evolusi regresif atau retrogresif (evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah). Teori evolusi ini terus berkembang dan Alfred Wallace (1823-1913) secara terpisah mengembangkan pemikirannya dan menghasilkan konsepsi yang sama dengan pendapat Charles Darwin. Lebih lanjut, Joseph Hooker, teman Charles Darwin menggabungkan tulisan Alfred Wallace den Charles Darwin. Judul kedua tulisan tersebut menjadi “On the tendency of species to from varieties and on the perpetuation of varieties and species by natural means of selection”.
Ternyata banyak yang dianggap mengilhami Charles Darwin dengan gagasan evolusinya, diantaranya adalah Jean Baptiste Lamarck (ahli biologi Perancis, 1744-1829), Sir Charles Lyell (ahli geologi Inggris, 1797-1875), dan Thomas Robert Mathus (ahli ekonomi den kependudukan Inggris). Ternyata dari dulupun sudah banyak pertentangan dan perdebatan tentang teori evolusi. Misalnya perdebatan antara Lamarck dan Darwin mengenai “munculnya” jerapah berleher panjang. Menurut Lamarck bahwa semua jerapah berleher pendek karena makanan yang berupa daun makin berkurang maka dari generasi ke generasi leher jerapah semakin panjang untuk menjangkau daun yang semakin tinggi letaknya. Namun menurut Darwin bahwa dalam populasi jerapah ada yang berleher panjang dan berleher pendek. Dalam kompetisi mendapatkan makanan jerapah berleher panjang tetap bertahan hidup jerapah berleher pendek lenyap secara perlahan-lahan.
Nah yang paling menghebohkan adalah teori evolusi manusia menurut Darwin, bahwa manusia berevolusi dari kera. Setelah ditemukannya fosil sub-manusia tertua yang disebut Australophitecus, dimana wujudnya lebih menyerupai kera daripada manusia, kemudian muncul manusia kera dari Jawa, Pitecanthropus erectus yang hidup pada ± 500.000 tahun yang lalu, sudah lebih menyerupai manusia daripada kera. Ada pula Homo neanderthalensis, makhluk ini hidup pada pertengahan akhir Pleistocene, yang dianggap manusia primitif yang pertama. Namun, belum diketahui secara tepat kapan manusia modern ini muncul. Meski penemuan Cro-maguon yang hidup sekitar 50.000 – 20.000 tahun yang lalu, dianggap cikal bakal manusia modern.
Penutup
Namun dibalik semua itu, sebenarnya Darwin pernah mengakui kegelisahannya mengenai teori evolusinya, yang dituangkan dalam salah satu bab dalam bukunya yang berjudul “Difficulties of the Theory”. Nah, bagaimana tanggapan Harun Yahya mengenai berbagai teori evolusi yang sudah di ungkapkan oleh Darwin? Kita simak di tulisan berikutnya.
MENGAPA TEORI EVOLUSI TIDAK ABSAHSECARA ILMIAH?
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup di muka bumi tercipta sebagai akibat dari peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah. Teori ini bukanlah hukumilmiah maupun fakta yang sudah terbukti. Di balik topeng ilmiahnya, teori ini adalah pandanganhidup materialis yang dijejalkan ke dalam masyarakat oleh kaum Darwinis. Dasar-dasar teori ini – yang telah digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah di segala bidang – adalah cara-cara mempengaruhidan propaganda, yang terdiri atas tipuan, kepalsuan, kontradiksi, kecurangan, dan ilusi permainansulap.Teori evolusi diajukan sebagai hipotesa rekaan di tengah konteks pemahaman ilmiah abadkesembilan belas yang masih terbelakang, yang hingga hari ini belum pernah didukung oleh percobaan atau penemuan ilmiah apa pun. Sebaliknya, semua metode yang bertujuan membuktikankeabsahan teori ini justru berakhir dengan pembuktian ketidakabsahannya. Namun, bahkan sekarang, masih banyak orang beranggapan bahwa evolusi adalah fakta yangsudah terbukti kebenarannya – layaknya gaya tarik bumi atau hukum benda terapung. Sebab, sepertitelah dinyatakan di muka, teori evolusi sesungguhnya sangatlah berbeda dari yang diterimamasyarakat selama ini. Oleh sebab itu, pada umumnya orang tidak tahu betapa buruknya landasan berpijak teori ini; betapa teori ini sudah digagalkan oleh bukti ilmiah pada setiap langkahnya; dan betapa para evolusionis terus berupaya menghidupkan teori evolusi, walaupun teori ini sudah“menghadapi ajalnya”. Para evolusionis hanya mengandalkan hipotesa yang tak terbukti, pengamatan yang penuh prasangka dan tak sesuai kenyataan, gambar-gambar khayal, cara-carayang mampu mempengaruhi kejiwaan, dusta yang tak terhitung jumlahnya, serta teknik-teknik sulap.Kini, berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti paleontologi (cabang geologi yang mengkajikehidupan pra-sejarah melalui fosil – penerj.), genetika, biokimia dan biologi molekuler telahmembuktikan bahwa tak mungkin makhluk hidup tercipta akibat kebetulan atau muncul dengansendirinya dari kondisi alamiah. Sel hidup, demikian dunia ilmiah sepakat, adalah struktur palingkompleks yang pernah ditemukan manusia. Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa satusel hidup saja memiliki struktur dan berbagai sistem rumit dan saling terkait, yang jauh lebihkompleks daripada sebuah kota besar. Struktur kompleks seperti ini hanya dapat berfungsi apabilamasing-masing bagian penyusunnya muncul secara bersamaan dan dalam keadaan sudah berfungsisepenuhnya. Jika tidak, struktur tersebut tidak akan berguna, dan semakin lama akan rusak danmusnah. Tak mungkin semua bagian penyusun sel itu berkembang secara kebetulan dalam jutaantahun, seperti pernyataan teori evolusi. Oleh sebab itulah, rancangan yang begitu kompleks darisebuah sel saja, sudah jelas-jelas menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang menciptakan makhluk hidup.(Keterangan lebih rinci dapat dibaca dalam buku Harun Yahya, Miracle in the Cell ). Akan tetapi, para pembela filsafat materialis tidak bersedia menerima fakta penciptaan karena beragam alasan ideologis. Hal ini disebabkan kemunculan dan perkembangan masyarakat yanghidup dengan berpedomankan akhlak mulia yang diajarkan agama yang sejati kepada ummat
  manusia melalui perintah dan larangan Tuhan bukanlah menjadi harapan kaum materialis ini.Masyarakat yang tumbuh tanpa nilai moral dan spiritual lebih disukai kalangan ini, sebab merekadapat memanipulasi masyarakat yang demikian demi keuntungan duniawi mereka sendiri. Itulahsebabnya, kaum materialis mencoba terus memaksakan teori evolusi – yang berisi dusta bahwamanusia tidak diciptakan, tetapi muncul atas faktor kebetulan dan berevolusi dari jenis binatang – serta, dengan segala cara, berupaya mempertahankan teori evolusi agar tetap hidup. Kaummaterialis meninggalkan akal sehat dan nalar, serta mempertahankan omong-kosong ini di setiapkesempatan, walaupun bukti ilmiah dengan jelas telah menghancurkan teori evolusi danmenegaskan fakta penciptaan.Sebenarnya telah dibuktikan bahwa adalah mustahil apabila sel hidup yang pertama – atau bahkan satu saja dari berjuta-juta molekul protein dalam sel itu – dapat muncul atas faktor kebetulan. Ini bukan saja ditunjukkan melalui berbagai percobaan dan pengamatan, melainkan jugamelalui perhitungan probabilitas secara matematis. Dengan kata lain, evolusi gugur di langkah pertama: yaitu dalam menjelaskan kemunculan sel hidup yang pertama.Sel, satuan terkecil makhluk hidup, tidak mungkin muncul secara kebetulan dalam kondisi primitif tanpa kendali di saat Bumi masih muda – seperti yang dipaksakan kaum evolusionis kepadakita agar percaya. Jangankan dalam kondisi demikian, dalam laboratorium tercanggih di abad inisekali pun, hal itu mustahil terjadi. Asam-asam amino, yaitu satuan pembentuk berbagai protein penyusun sel hidup, tak mampu dengan sendirinya membentuk organel-organel di dalam sel sepertimitokondria, ribosom, membran sel, ataupun retikulum endoplasma – apalagi membentuk sebuahsel yang utuh. Oleh sebab itu, pernyataan bahwa sel pertama terbentuk secara kebetulan melalui proses evolusi, hanyalah hasil rekaan yang sepenuhnya didasarkan pada daya khayal.Sel hidup, yang sampai kini masih mengandung banyak rahasia, adalah satu di antara sekian banyak kesulitan utama yang dihadapi teori evolusi.Dilema mengkhawatirkan lainnya (dari sudut pandang evolusionis) adalah molekul DNAyang terdapat di dalam inti sel hidup, sebuah sistem kode yang terdiri dari 3,5 miliar satuan berisisemua rincian makhluk hidup. DNA pertama kali ditemukan melalui kristalografi sinar-X padaakhir tahun 1940-an dan awal 1950-an, dan merupakan sebuah molekul raksasa dengan rancanganyang luar biasa. Selama bertahun-tahun, Francis Crick, pemenang hadiah Nobel, meyakini teorievolusi molekuler. Namun pada akhirnya, ia sendiri pun harus mengakui bahwa molekul yang begitu rumit tak mungkin muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba karena kebetulan, sebagai hasildari sebuah proses evolusi.
 Membantah Harun Yahya

4. Teori Evolusi dan Biologi

Entah siapa yang mengatakan teori evolusi adalah dasar biologi, tapi yang jelas adalah teori evolusi adalah teori ilmiah, dibahas dalam salah satu cabang biologi, yakni biologi evolusioner.

Pembuktikan kebenaran teori evolusi didukung oleh berbagai cabang ilmu lain, termasuk paleontologi, biokimia, genetika dan biologi molekuler. Teori evolusi sama dengan teori-teori ilmiah lainnya, dikembangkan dan diuji dengan metode ilmiah. Teori evolusi adalah satu-satunya teori ilmiah yang bisa menjelaskan asal mula keanekaragaman makhluk hidup. Tidak ada cabang sains manapun sejauh ini yang menentang teori evolusi!

Dan hubungan utama teori evolusi tentu saja dengan ilmu biologi, bukan dengan bidang sains lain. Karena teori evolusi dibahas dalam biologi evolusioner, dan biologi evolusioner adalah cabang ilmu biologi.

'Evolusi hanya sebuah hipotesa' adalah klaim klasik dari kreasionis, termasuk Harun Yahya. Kenyataannya, secara ilmiah, evolusi adalah sebuah teori dan fakta. Dalam sains, fakta adalah hasil pengamatan yang telah diverifikasi, dan evolusi memenuhi kriteria tersebut. Evolusi didifinisikan sebgai proses perubahan genetika yang terpantau terjadi di suatu populasi dari waktu ke waktu. Peubahan komposisi genetika ini sudah terpantau dalam pengujian di laboratorium, misal untuk lalat buah maupun bakteri.

Apa yang terjadi jika teori evolusi dihilangkan dari jajaran sains? Tidak ada masalah 'serius', kecuali bahwa kita sama sekali kehilangan jawaban ilmiah atas pertanyaan mengenai asal-usul keanekaragaman makhluk hidup. Lubang itu tidak akan pernah bisa ditutupi oleh 'teori' kreasi, yang tak lebih dari sekedar opini berdasar iman dan kepercayaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar